ada di salah satu syairnya DEWA19; 'hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti"..
yap..
emang benar hidup adalah suatu perjuangan yang tak akan pernah berhenti selama jantung masih berdetak dan darah masih mengalir, jika jantung anda sudah tak berdetak dan darah tak mengalir, maka berhenti pula lah perjuangan anda atas hidup ini.
banyak orang yang takut akan sesuatu yang bermakna negatif, padahal dia tiada punya pilihan lain selain menghadapinya, akan tetapi ada pula hal-hal yang bisa kita hindari, bahkan sengaja kita hadapi untuk menghilangkan rasa takut itu sendiri.
seperti orang yang takut mati, kalau takut mati ya nggak usah hidup.
orang yang takut kalah, kalau takut kalah ya nggak usah berkompetisi (hihihihi...kaya'nya banyak beredar sekarang nih, para CALEG gagal, yang akhirnya jadi gila karena nggak sanggup menghadapi kenyataan yang terjadi).
ada orang yang takut hamil, kalau takut hamil ya jangan berbuat diluar jalurnya (lagi trend nih dikalangan pelajar dan mahasiswa/i)
ada orang yang takut miskin, kalau takut miskin ya jangan mau jadi orang kaya (????)
ada orang yang takut ketahuan kalo dia korupsi, kalo takut ya jangan korupsi,
ada yang takut dengn binatang buas, ya iyalah...dari pada digigit apalagi disantap.
ada yang takut ketinggian, nah kalo ini hadapi aja, karena ini bisa dihilangkan.
banyak lagi dah...coba aja pikir sendiri.... .')
banyak orang yang belajar manajemen mengetahui tentang POAC (Planning, Organizing, Acting and Controlling), tapi kalo gw menganut POLC+F (Planning, Leading, Organizing, Controlling + Finance), karena menurut saya, seorang manager tidaklah harus mengerjakan sendiri apa yang direncanakannya untuk mencapai apa yang ditargetkannya, umumnya pengertian manajemen itu sendiri adalah " Upaya untuk mencapai hasil yang diinginkan dengan menggunakan tenaga/bantuan orang lain sedang dia hanya mengarahkan dan mengatur langkah-langkahnya."
seperti kisah proses manajemen berikut ini (diambil dari "sebuah karangan Dr.Marvelle S Colby":
Ada empat orang yang bernama; semua orang, beberapa orang, siapa saja, dan tak seorang pun.
Alkisah, ada sebuah pekerjaaan/proyek penting yang harus diselesaikan dan semua orang yakin bahwa beberapa orang dapat menyelesaikannya, siapa saja dapat menyelesaikannya akan tetapi tak seorang pun juga dapat mengerjakannya. Beberapa orang menjadi marah, karena pekerjaan tersebut merupakan tugas dari semua orang. Semua orang berpikir bahwa siapa saja dapat mengerjakannya, akan tetapi tak seorang pun menduga bahwa semua orang tidak akan mengerjakannya. Akhirnya semua orang menyalahkan beberapa orang, karena tak seorang pun mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan oleh siapa saja"
anda mungkin bisa mengerti maksud cerita diatas, kalau belum mengerti, coba tela'ah lagi deh.
jadi didalam POLC+F, seoarang manager haruslah merencanakan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencaai suatu target, mengorganisir orang-orang yang dapat mengerjakan target tersebut dengan cepat dan tepat, memimpin dan mengarahkan agar apa yang dikerjakan orang-orang tersebut sesuai dengan langkah yang telah ditetapkan, mengontrol orang-orang tersebut dan menjaga agar rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya serta mengubah tahap-tahap rencana jika memang dibutuhkan, dan terakhir memperhitungkan biaya yang dikeluarkan untuk mencapai rencana tersebut apakah hasil yang akan didapat sepadan dengan apa yang dikerjakan. jadi manager tidak harus ikut turut serta mengerjakan hal-hal tersebut, karena dapat mempengaruhi kinerjanya dalam point Organizing, Controlling, Leading and Finance, karena energi juga tercurah untuk bagian yang seharusnya tidak usah ia ikut serta didalamnya.
that's me folks! what 'bout u?


